Bulan Januari kemarin tepatnya tanggal 30 Januari 2010 putri sulungku genap berusia 3 tahun. dan hadiah yang akan Najmi terima dariku adalah seorang adik baru...
Ya..aku sedang hamil sembilan bulan dan InsyaAllah akan melahirkan dalam waktu dekat, so kami sedang dalam masa penantian sekarang ini ^_^
Sebisa mungkin sejak dini kami memperkenalkan Najmi pada calon adik barunya. dan sejauh ini Najmi terlihat cukup bersemangat menyambut adik barunya, bahkan Najmi yang paling rajin mengajak adiknya "berkomunikasi".
Semua memang perlu dipersiapkan terutama tentu saja menyiapkan mental si sulung dalam menyambut adik barunya, bagaimana membuat si sulung tidak merasa tersingkirkan, terabaikan, merasa tidak dicintai sehinga menimbulkan kecemburuan terhadap adiknya. Tentu akan lebih sulit pada waktunya, jika adiknya telah lahir karena seorang bayi yang baru lahir bagaimanapun akan selalu membutuhkan perhatian yang lebih ekstra.
Setidaknya kami berusaha untuk sebisa mungkin mempersiapkan putri sulung kami menyambut adik barunya, sehinga kehadiran calon anggota baru dalam keluarga kecil kami ini dapat membawa kebahagiaan untuk semua termasuk untuk Najmi...
Persiapkan si Sulung Sambut Adik Baru
Penulis : Yulia Permata Sari
KEHADIRAN anggota baru di dalam keluarga bisa membawa banyak perubahan terhadap anggota keluarga lainnya. Orang tua mau tidak mau mencurahkan lebih banyak energi untuk mempersiapkan segala sesuatu guna menyambut kehadiran sang buah hati. Lantas ketika sang bayi lahir, perhatian keluarga pun lebih banyak tercurah untuk memenuhi kebutuhan makhluk mungil tersebut.
Berbagai perubahan tersebut tentu tidak mudah untuk dihadapi, terutama bagi si sulung yang selama ini terbiasa menjadi pusat perhatian keluarga. Kehadiran adik baru bisa membuatnya merasa iri dan tersingkirkan, sehingga ia kemudian mulai berulah demi menarik perhatian semua orang yang tiba-tiba teralih darinya.
Akan tetapi, semua itu dapat diatasi apabila orang tua sudah mempersiapkan si sulung terlebih dahulu untuk menyambut adik barunya. Simak sejumlah kiat yang diberikan Jennifer Shroff Pendley, PhD seperti dikutip situs
kidshealth.org berikut ini:
Selama kehamilan
Tidak ada cara atau waktu yang benar-benar tepat untuk memberitahu si sulung mengenai rencana kehadiran adik barunya. Ketika berdiskusi tentang kehamilan, pastikan Anda berbicara dengan si sulung dalam konteks yang mudah dipahami sesuai tingkat kedewasaannya. Biarkan anak melontarkan pertanyaan sebagai panduan mengenai apa saja yang perlu ia ketahui, dan jawablah pertanyaan-pertanyaannya secara bijaksana.
Misalnya, ketika anak yang masih balita bertanya dari mana adiknya berasal, Anda tidak perlu menjawab pertanyaan itu secara mendetail. Cukup jelaskan bahwa adik bayi berasal dari perut ibu, dan ia ada karena ayah dan ibu saling mencintai. Apabila si sulung memperlihatkan ketertarikan yang lebih terhadap sang bayi, Anda bisa mengajaknya melakukan sejumlah aktivitas seperti melihat-lihat foto USG calon adik bayi, mengunjungi kerabat yang memiliki bayi, mengunjungi dokter kandungan, serta memikirkan sejumlah nama untuk calon adik bayinya.
Menjelang persalinan
Saat jadwal persalinan semakin mendekat, bicarakan hal tersebut dengan si sulung untuk membuat rencana kunjungannya ke rumah sakit demi menjenguk Anda dan adik barunya. Dengan demikian, anak tidak akan terkejut dan bisa lebih mempersiapkan diri ketika tiba saatnya nanti. Coba menjaga rutinitas agar tetap berjalan sebagaimana biasa beberapa minggu menjelang proses persalinan.
Setelah persalinan
Ketika tiba waktunya pulang dari rumah sakit dan membawa adik bayi ke rumah, Anda dan suami bisa membantu si sulung untuk beradaptasi dengan adik barunya. Libatkan ia dalam sebanyak mungkin aktivitas keseharian yang berhubungan dengan adik bayi, misalnya saat mengganti popok, memandikan bayi, memakaikan pakaian, mendorong kereta bayi, dan lain sebagainya sesuai kemampuan dan usianya. Dengan demikian, anak tidak akan merasa tersisihkan atas kehadiran adik barunya.
Apabila si sulung tidak memperlihatkan ketertarikan terhadap adik barunya, jangan buru-buru khawatir atau memaksanya. Barangkali ia masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan anggota baru di dalam keluarga tersebut.
Membicarakan perasaan
Apabila si sulung masih kesulitan menyesuaikan diri dengan kehadiran adik barunya, ajak ia untuk berbicara dari hati ke hati tentang perasaannya. Jika anak menjadi sering berulah, coba selidiki apa yang menjadi pemicu sehingga ia bertingkah seperti itu. Bangkali itu merupakan pertanda bahwa si sulung membutuhkan lebih banyak waktu untuk berduaan saja dengan orang tuanya. Jelaskan kepadanya bahwa perasaannya penting bagi Anda, namun ia harus mengutarakannya dengan cara yang baik dan tidak berulah.